MANAJEMEN HUBUNGAN MASYARAKAT

(Hubungan sekolah dan masyarakat adalah suatu proses komunikasi antara sekolah dan masyarakat dengan tujuan meningkatkan pengertian anggota masyarakat tentang kebutuhan pendidikan serta mendorong minat dan kerjasama para anggota masyarakat dalam rangka usaha memperbaiki sekolah)
Alasan lain diungkapkan oleh Ngalim Purwanto (1995) dalam bukunya Administrasi dan supervisi Pendidikan yaitu:
a.Sekolah adalah bagian yang integral dari masyarakat; ia bukan lembaga yang terpisah dari masyarakat.
b.Hak hidup dan kelangsungan hidup sekolah bergantung pada masyarakat.
c.Sekolah adalah lembaga sosial yang berfungsi untuk melayani anggota-anggota masyarakat dalam bidang pendidikan.
d.Kemajuan sekolah dan kemajuan masyarakat saling berkorelasi; kedua-duanya saling membutuhkan.
e.Masyarakat adalah pemilik sekolah; sekolah ada karena masyarakat memerlukannya.

Ditinjau dari kepentingan sekolah, pengembangan penyelenggaraan hubungan sekolah dengan masyarakat bertujuan untuk:
1.Memelihara kelangsungan hidup sekolahan.
2.Meningkatkan mutu pendidikan di sekolah yang bersangkutan.
3.Memperlancar proses belajar mengajat.
4.Memperoleh dukungan dan bantuan dari masyarakat yang diperlukan dalam pengembangan dan pelaksanaan program sekolah.

Sedangkan jika ditinjau dari kebutuihan masyarakat itu sendiri, tujuan hubunganya dengan sekolah adalah untuk:
1.Memajukan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama dalam bidang mental spiritual.
2.Memperoleh bantuan sekolah dalam memecahkan berbagai masalah yang dihadapi oleh masyarakat.
3.Menjamin relevansi program sekolah dengan kebutuhan masyarakat.
4.Memperoleh kembalai anggota – anggota masyarakat yang makin meningkat kemampuanya.

Secara lebih jelas lagi, tujuan diselenggarakanya hubungan sekolah dan masyarakat adalah:
1.Mengenalkan pentingnya sekolah bagi masyarakat.
2.Mendapatkan dukungan dan bantuan moral maupun finansial yang diperlukan bagi pengembangan sekolah.
3.Memberikan informasi kepada masyarakat tentang isi dan pelaksanaan program sekolah.
4.Memperkaya atau memperluas program sekolah sesuai dengan perkembangan kebutuhan masyarakat.
5.Mengembangkan kerjasama yang lebih erat antara keluarga dan ekolah dalam mendidik anak–anak .

Bermacam–macam tujuan seperti yang dikemukakan di atas dapat dikelompokan menjadi tiga tujuan pokok, yaitu:
a.Untuk mengembangkan mutu belajar dan petumbuhan anak – anak.
b.Untuk mempertinggi tujuan – tujuan dan mutu kehidupan masyarakat.
c.Untuk mengembangkan pengertian, antusiasme masyarakat dalam membantu pendidikan yang diselenggarakan oleh pemerintah.
D. Manfaat Hubungan Masyarakat Dalam Lembaga Pemndidikan

Dengan adanya program hubungan masyarakat dalam sebuah lembaga pendidikan maka akan memberikan manfaat yang banyak sekali antara lain:
1.Terjadi saling pengertian antar sekolah dan masyarakat, sehingga masyarakat dapat membantu kebutuhan – kebutuhan sekolah.
2.Lewat kegiatan humas para siswa dapat mengetahui kondisi masyarakat di sekitarnya.
3.Dengan adanya kegiatan sekolah dapat melakukan promosi program dan menarik minat masyarakat untuk menyekolahkan putra putrinya disekolah.

3. Hubungan sekolah dengan orang tua murid.
a.Mengadakan pertemuan antara pihak sekolah dengan wali murid.
b.Pihak sekolah mengunjungi orangtua.
c.Pihak sekolah mengirim surat ke orangtua siswa.
d.Melibatkan orang tua siswa dalam hal:
-merencanakan kurikulum.
-Kegiatan ekstrakurikuler dan lain-lain

2. Hubungan guru dengan masyarakat.
a.Guru dapat menjadi sponsor pada kegiatan yang menguntungkan seperti kegiatan pengumpulan dana bagi masyarakat yang tertimpa musibah.
b.Ikut berpartisipasi bersama masyarakat untuk kerja bakti bersih-bersih lingkungan atau membuat perpustakaan keliling.
c.Mengmbangkan sebuah kegiatan yang untuk para sesepuh yang ada dilingkungan persekolahan dan lain-lain.
1. Hubungan komunikasi antara siswa dengan masyarakat.
1.presentasi musik.
2.Menampilkan drama.
3.Pergi ke tempat-tempat yang menarik, seperti musium, air port, dan lain-lain.
4.Ikut perlombaan olah raga.
5.Wisuda penerimaan ijazah.
6.Program bekerja sambil belajar seperti dilapangan bisnis, industri, dan semacamnya.

B. Teknik-Teknik Hubungan Masyarakat dalam Lembaga Pendidikan

Tanpa bantuan dari masyarakat, sebuah lembaga pendidikan tidak dapat berfungsi dengan baik dan tanpa adanya program yang baik maka sebuah lembaga pendidikan akan gagal mencapai tujuannya. Karena itu lembaga pendidikan perlu memberikan informasi pada masyarakat tentang lembaga tersebut dengan cara yang baik. Dengan demikian diharapkan masyarakat dapat memperoleh gambaran yang tepat tentang sekolah. Program tentang hubungan antara lembaga pendidikan dengan masyarakat hendaknya disusun sesuai dengan prinsip-prinsip pelaksanaan secara terus menerus yang mencakup aspek-aspek kegiatan di dalam lembaga pendidikan secara keseluruhan, “flexibel” bersifat luwes dan disesuaikan dengan situasi dan kondisi masyarakat tersebut.

Ada beberapa teknik dalam berhubungan dengan masyarakat dalam lembaga pendidikan antara lain :
1.Laporan pada orang tua.
Teknik ini maksudnya adalah pihak sekolah memberikan laporan pada orang tua murid tentang kemajuan-kemajuan, prestasi dan kelemahan anak didik pada orangtuanya. Dengan teknik ini orangtua akan memperoleh penilaian terhadap hasil pekerjaan anaknya, juga terhadap pekerjaan guru-guru di sekolah.
2.Majalah sekolah.
Majalah sekolah ini diushakan oleh orang tua dan guru-guru di sekolah yang diterbitksan setiap bulan sekali. Majalah ini dipimpin oleh, orang tua dan murid-murid bahkan alumni termasuk pula dewan redaksi. Isi majalah ini menjelaskan tentang kegiatan-kegiatan sekolah, karangan guru-guru, orangtua dan murid-murid, pengumuman-pengumuman dan sebgainya.
3.Surat kabar sekolah.
Kalau sekolah itu mampu dapat menerbitka surat kabar sekolah, maka ini berarti bahwa sekolah dapat memberikan informasi yang lebih luas kepada orang tua atau masyarakat daerah sekitarnya.
4.Pameran sekolah.
Suatu tehnik yang efektif untuk memberi informasi tentang hasil kegiatan dan keadaan sekolah pada masyarakat, ialah penyelenggaraan pameran sekolah. Ada bermacam-macam cara untuk mengadakan pameran sekolah itu. Sekolah mengadakan pameran dengan membuata atau mengatur hasil pekerjaan murid-murid itu di luar sekolah atau di sekolah. Pameran sekolah akan menjadi lebih efektif lagi, kalau kegiatan-kegiatan itu disiarkan melalui siaran-siaran pers dan radio di tempat itu sehingga dapat menarik banyak orang dalam masyarakat.
5.“Open house”
“Open house” adalah tehnik untuk mempersilahkan masyarakat yang berminat untuk meninjau sekolah serta mengobservasi kegiatan-kegiatan dan hasil-hasil pekerjaan murid di sekolah, yang diadakan pada waktu-waktu tertentu, misalnya sekali setahun pada penutupan tahun pengajaran. Ada tiga langkah dalam pelaksanaan “open house” ini:
1.Pengunjung dibawa ke dalam kelas atau auditorium sekolah untuk diberi penjelasan tentang open house itu.
2.Pengunjung diantar ke tempat-tempat yang telah disediakan akan hal-hal yang perlu dilihat.
3.Pengunjung diajak kembali ke kelas atau auditorium untuk berdiskusi dan menilai open house.
6.Kunjungan ke sekolah.oleh orang tua murid yang dilakukan pada pelajaran di berikan.
Kepada orang tua itu diberi kesempatan untuk melihat anak-anak mereka yang belajar di dalam kelas, juga untuk melihat kegiatan-kegiatan di laboratorium, perlengkapan-perlengkapan, gambar-gambar dan sebagainya, sehingga mereke memperoleh gambaran yang jelas tentang kehidupan di sekolah itu. Setelah selesai melihat-lihat, orang tua diajak berdiskusi dan mengadakan penilaian.
7.Kunjungan ke rumah murid.
Kunjungan ke rumah orangtua murid ini merupakan teknik yang sangat efektif dalam mengadakan hubungan dengan orang tua di rumah agar supaya dapat mengetahui latar belakang hidup anak-anak. Banyak masalah yang dapat dipecahkan dengan teknik ini antara lain, masalah kesehatan murid, ketidak hadiran murid, pekerjaan rumah, masalah kurangnya pengertian orang tua tentang sekolah dan sebagainya.
8.Melalui penjelasan yang di berikan oleh personel sekolah.
Kepala sekolah hendaknya berusaha agar, semua personil sekolah mempunyai pengertian yang jelas tentang kebijakan sekolah, organisasi sekolah dan semua kegiatan pendidikan dan pengajaran serta usaha-usaha lainnya. Pada mereka harus ditanamkan sikap loyalitasnya, rasa kekeluargaan.
9.Gambaran sekolah melalui murid-murid.
Informasi tentang keadaan sekolah dengan perantaraan murid-murid itu diberikan melalui perencanaan sesuatu kegiatan yang wajar, antara lain kalau sekolah itu terdapat di kta besar, maka gambaran itu diberikan melalui program siaran pemancar radio untuk menyiarkan sesuatu percakapan antara murid-murid atau antara murid dan guru, misalnya tentang cara makan dan makanan sehat.
10. Laporan tahunan
Laporan tahunan ini dibuat oleh kepala sekolah dan laporan ini diberikan kepada aparat pendidikan yang lebih atas. Laporan ini berisi masalah kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh sekolah termasuk kurikulum, personalia, anggaran, biaya dan sebagainya. Selanjutnya aparat tersebut memberikan laporan pada masyarakat.
11.Organisasi perkumpulan alumni sekolah.
Organisasi perkumpulan alumni sekolah adalah suatu alat yang sangat baik untuk dimanfaatkan dalam memelihara serta meningkatkan hubungan antara sekolah dan masyarakat. Murid-murid yang sudah tamat sekolah biasanya mempunyai kenagan–kenangan dari sekolahnya dan mereka merasa berkewajiban moral untuk memabntu seklahnya baik berupa materiil maupun secara moril.
12.Melalui kegiatan ekstra kurikuler.
Apabila ada beberapa kegiatan ekstra kurikuler yang sudah dianggap matang untuk dipertunjukkan kepada orang tua murid dan masyarakat, seperti sepak bola, drama dan lain-lain, maka sangat tepat sekali kegiatan itu ditampilkan ke dalam masyarakat. Karena itu program ekstra kurikuler hendaknya di rencanakan dan diatur, agar dapat dimanfaatkan dalam kegiatan hubungan sekolah dengan masyarakat.
13. Pendekatan secara akrab.

Menurut Made Pidarta (1989) teknik atau cara bekerja sama dengan masyarakat antara lain dapat dilakukan dengan cara berikut:
1.Memakai surat kabar baik lokal maupun pusat.
2.Dengan buletin terbitan sekolah atau kantor pendidikan.
3.Melalui radio dan televisi.
4.Melalui pameran pendidikan.
5.Lewat pertunjukan-pertunjukan sekolah.
6.Dengan mengadakan bazar
7.Melalui karya wisata.
8.Dengan pengajaran unit di Masyarakat.
9.Dengan praktek di masyarakat.
10.Dengan memanfaatkan nara sumber.
11.Dengan memanfaatkan fasilitas belajar yang ada di masyarakat.
12.Dengan mengadakan bisnis bersama.
13. Mengadakan kegiatan sosial bersama.
14.Dengan memelopori pembangunan di masyarakat.
15.Melalui rapat atau musyawarah.

Secara rinci Leslie W.Kindred menjelaskan bahwa pada dasarnya teknik hubungan masyarakat dalam lembaga pendidikan itu ada tiga yaitu:
1. Membuat Presentasi Lisan
Kesuksesan administrator sekolah tidak diukur dari kepintaran mereka mengatur keuangan atau karena mereka memiliki kemampuan mengelola kurikulum yang baik, namun masyarakat menilai bahwa kesuksesan administrator sekolah adalah seberapa baik mereka menyampaikan ide-ide atau gagasan-gagasan mereka pada masyarakat baik dalam skala kecil maupun skala besar, sebab kebanyakan pekerjaan atau waktu mereka itu adalah untuk bertemu dengan orang-orang. Oleh karena itu membuat presentasi lisan adalah salah satu cara atau teknik yang baik dan utama dalam berhubunagn dengan masyarakat untuk meyampaikan ide atau gagasan pada khalayak tentang pengembangan sekolah. Tentunya menyampaikan ide atau mempresentasikan gagasan pada khalayak tidaklah mudah namun memerlukan kemampuan dan keahlian tersendiri.
Menurut Leslie W. Kindred, ada beberapa model atau metode dalam teknik presentasi lisan ini yaitu: pidato, diskusi dan confrensi. Namun ada beberapa prinsip yang harus diperhatikan dalam membuat presentasi lisan,baik dalam pidato,diskusi ataupun konfrensi agar presentasi tersebut efektif dan berhasil, yaitu:
a. Senyum.
Senyum menunjukkan bahwa kita bahagia, senyum juga menunjukkan bahawa kita percaya diri untuk menyampaikan suatu gagasan. Senyum dapat membuat audien lebih relax dan enjoy.
b. Bicaralah pada individu bukan pada semua audien
Pilihlah beberapa orang untuk diajak berbicara sebelum tampil ke depan untuk mengetahui sikap mereka terhadap keberadaan di tempat tersebut. Buatlah kontak mata dengan mereka ketika berbicara di depan, tentunya akan lebih baik jika dapat kontak mata dengan semuanya, karena dengan kontak mata menunjukkan perhatian anda pada mereka untuk berbagi pendapat.
c. Ketahuilah apa yang anda inginkan untuk dilakukan audien setelah anda berbicara.
Presentasi yang baik adalah presenter yang dapat menjawab pertanyaan “apa yang saya inginkan untuk dilakukan oleh para audien”?
d. Lakukan presentasi itu dengan sungguh-sungguh dan hati yang tulus.
e. Dalam berbicara atas namakan diri anda sebagai wakil dari sekolah bukan atas nama pribadi.
f. Berikan perhatian pada audien.
2. Menggunakan alat komunikasi Radio.
Radio adalah media atau alat yang sangat efektif untuk menyampaikan pesan atau informasi tentang sekolah pada masyarakat karena radio adalah alat komunikasi yang mudah di dapat dan dapat bergerak dan dibawa kemana-mana. Masyarakat khususnya orang tua siswa bisa mengetahui informasi tentang sekolah ketika mereka sedang memasak di dapur atau ketika mereka sedang mengemudi. Masyarakat dan khususnya orangtua siswa yang mungkin tidak mendapatkan informasi melalu surat atau tidak membaca di surat kabar atau karena tidak hadir pada pertemuan, mereka bisa menerima informasi melalui radio.
Menurut Leslie W. Kindred menyebutkan ada beberapa keutamaan radio bagi sekolah, diantaranya:
1.Dapat memberikan informasi dengan cepat.
Misalnya jika para siswa harus segera dijemput oleh orang tuanya disebabkan karena terjadi sesuatu yang tiba-tiba di sekolah seperti kebakaran, kerusuhan dan sebagainya, radio dapat menginformasikan pada semua pihak yang berkepentingan dengan cepat.
2.Nyaman bisa dibawa kemana-mana.
Kebanyakan orang mau menddengarkan program sekolah jika menarik. Radio dapat memberikan kesempatan pada orang-orang untuk belajar atau mengetahui berita tentang sekolah walaupun mereka sedang melakukan sesuatu.
3.Ringkas.
Kebanyakan stasiun radio memberikan kesempatan untuk meyebarkan berita tapi yang penting-penting saja, tidak boleh bertele-tele.
4. Mudah dijangkau baik dari sisi tempat maupun biaya.

Adapun hal-hal yang dapat dikomunikasikan dengan masyarakat melalui radio menurt Leslie W. Kindred adalah diantara beberapa hal berikut ini:
1.Untuk mendidik masyarakat agar lebih memahami sistem kerja sekolah.
2.Untuk mengenalkan pada masyarakat tentang peraturan/kebijakan serta implementasinya.
3.Untuk mengajak partisipasi masyarakat dalam pengembangan sekolah.
4.Untuk membangkitkan kepedulian dan kepentingan masyarakat pada sekolah.
Selanjutnya kami tambahkan beberapa teknik humas yang dapat diterapkan dalam lembaga pendidikan, sebagaimana disebutkan oleh Edward f. DeRoche Ph.D dkk dalam buku mereka How School Administators Solve Problems, dan hal ini sering kita jumpai dalam Lembaga Pendidikan Islam, antara lain adalah:
1.Home visit
Yaitu guru – guru berkunjung kerumah wali murid.
2.Parent – Teacher Conferences.
Yaitu pertemuan pengurus sekolah dengan wali murid. Ini biasa dilakukan pada saat penerimaan raport, penerimaan murid baru dan wisuda lulusan.
3.Calender.
Setiap tahun sehingga membuat dan menyebarkan kalender keorang tua siwa dan masyarakat luas.
4.Local Newspaper yang biasa disebut mading atau majalah dinding.
Yakni para siswa membuat berita atau melaporkan tentang kegiatan mereka dan kegiatan sekolah.
5.Telephon Hotline/layanan telfon.
Yakni layanan telepon jika ada orang tua menanyakan sesuatu yang berkaitan dengan anaknya.
6.Public performance. Tampil di depan public.
Yakni para siswa mendemostrasikan kemampuan mereka dalam bidang seni atau olahraga didepan publik
7.Suggestion boxes/kotak saran.
Untuk menampung saran – saran dari para murid atau masyarakat yang mengunjungi sekolah.
8.Success Card/kartu penghubung.
9. Dan lain – lain.

Menurut pendapat penulis Teknik-teknik hubungan masyarakat dalam lembaga pendidikan yang diungkapkan oleh para pakar kehumasan diatas sangatlah ideal, apabila teknik-teknik tersebut di atas diterapkan dalam sebuah lembaga pendidikan maka lembaga tersebut akan maju pesat, namun kalau kita melihat lembaga pendidikan yang ad di Indonesia khususnya lembaga pendidikan islam belum dapat melakukan semua teknik-teknik hubungan masyarakat seperti yang telah disebutkan di atas disebabkan oleh kendala dana dan sumberdaya manusia yang akan menjalankan teknik-teknik tersebut.

About rudien87


8 responses to “MANAJEMEN HUBUNGAN MASYARAKAT

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: