MENINGKATKAN KEIMANAN KEPADA ALLAH SWT MELALUI PEMAHAMAN SIFAT-SIFATNYA

Akhmad Khoiruddin dan Siti Nurul Fatimah, Iman kepada Allah melalui Pemahaman Sifat-sifatnya, Makalah Kelompok Mata Kuliah Aqidah Akhlak 1. Malang: Jurusan Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah UIN Maliki Malang, Oktober 2010.

 

 

 

 

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Islam adalah agama universal, berhubungan dengan ketuhanan. Apalagi idiologi Negara kita adalah pancasila sedangkan dalam sila pertama disebutkan bahawa “ketuhanan yang Maha Esa”. Dalam hal ini pancasila merupakan idilogi bangsa yang harus ditanamkan pada setiap generasi bangsa sebagai generasi penerus pencapaian kemerdekaan yang yang seutuhnya.

Pendidikan mempunyai peranan penting dalam meneruskan kemerdekaan ini. Karena pendidikan yang berberan penting dalam hal ini, oleh karena itu dalam proses pendidikan yang   berperan penting adalah guru sebab itu guru harus menguasai materi-materi dalam mendidik keimanan para siswanya. Tapi kenyataan yang ada dilapangan tidaklah semudah  dalam teori oleh karena itu dalam memperdalam materi-materi keimanan bagi para calon pendidik, dibuatlah makalah ini, disamping itu juga sebagai tanggung jawab perkuliahan.

Ajaran-ajaranNya yang berupa pokok-poko akidah (kepercayaan) dan pokok-pokok syariat (peraturan) telah disampaikan kepada Nabi Muhammad Saw. Selanjutnya beliau diitugaskan untuk menyampaikan kepada segenap manusia dan menyarankan supaya memrka memeluk agama islam dan menjalankan menurut ajaran agama islam.

Bukti-bukti yang cukup kuat telah memberikan keyakinan kepada orang-orang yang telah memperhatikan Quran dengan seksama. Karena itu seseorang yang cinta dan tunduk untuk menerima kebenaran mempercayai adnaya Allah.

Dalam konteks makalah ini, penulis ingin menyoroti masalah bagaimana mengimani Allah dengan sifat-sifat yang dimilikNya. Hal tersebut akan menjadi solusi dan bagaimana cara memperoleh keimanan terhadap aqidah pokok.

1.2.Rumusan Masalah

  1. Ayat-ayat apa saja yang berkaitan dengan sifat-sifat Allah?

Bagaimana contoh perilaku sebagai cerminan meyakini akan sifat-sifat Allah?

2.Bagaimana memahami ayat-ayat tersebut?

3. Dengan ayat tersebut bagaimana kita mengetahui sifat-sifat All

1.3  Tujuan Penulisan Makalah

1. Untuk mengetahui Ayat-ayat apa saja yang berkaitan dengan sifat-sifat   Allah swt.

2. Untuk  mengetahui arti dari ayat-ayat yang berkaitan dengan sifat-sifat Allah swt.

3. Untuk mengetahui tanda-tanda adanya Allah.

4. Memberikan contoh perilaku dan cerminan  meyakini akan sifat-sifat Allah swt.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

PEMBAHASAN

1.1. Rukun Iman[1]

  1. Percaya kepada Allah
  2. Percaya kepada Malaikat-malaikatNya
  3. Percaya kepada kitab-kitabNya
  4. Percaya kepada Rasul-rasulNya
  5. Percaya kepada hari Akhir
  6. Percaya kepada qodha’ dan qadhar

Fardhu dan kesempurnaan iman menurut (Yusran Asmuni, 1996)

  1. Diiqrarkan dengan lidah

Seseorang bisa disebut beriman jika dia mempercayai didalam hatinya akan eksistensi Allah dan mengirarkan/mengucapkan kepercayaan dengan lidah.

  1. Ditashdiqkan dengan hati

Jika seseorang sudah tashdiq , membenarkan dan meyakini akan adanya Allah, maka Ia sudah beriman sekalipun perbuatannya tidak sesuaidengan tuntutan ajaran agama.

  1. Diamalkan dengan  perbuatan

Dibuktikan dengan perbuatan, dengan kata lain keimanan seseorang perlu untuk dibuktikan pula dengan amal perbuatannya.

Perusak iman

  1. Menduakan tuhan
  2. Senantiasa berbuat jahat
  3. Membnasakn sesama makhluk secara dhalim
  4. Berniat burk serta dendam didalam hati
  5. Menganggap enteng syariat
  6. Tidak takut berkurangnya  iman.

2.2. Ayat Al-Quran yang Berkaitan dengan Sifat-sifat Allah[2]

Sebagai Sang Khalik, Allah swt memiliki sifat-sifat yang tentunya tidak sama dengan sifat yang dimiliki oleh manusia ataupun makhluk lainnya. Mengenal sifat-sifat Allah dapat meningkatkan keimanan kita. Seseorang yang mengaku mengenal dan meyakini Allah itu ada namun ia tidak mengenal sifat Allah, maka ia perlu lebih mendekatkan diri kepada Allah swt. Sifat-sifat Allah yang wajib kita imani ada 20, diantaranya:

  1. 1. Wujud

Sifat Allah yang pertama yaitu Wujud. Wujud artinya ada. Umat muslim yang beriman meyakini bahwa Allah swt ada. Untuk itulah kita tidak boleh meragukan atau mempertanyakan keberadaanNya. Keimanan seseorang akan membuatnya dapat berpikir dengan akal sehat bahwa alam semesta beserta isinya ada karna Allah yang menciptakannya.

Artinya:
Sesungguhnya Rabb kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas Arsy. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan (diciptakan-Nya pula) matahari, bulan dan bintang-bintang (masing-masing) tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah, menciptakan dan memerintahkan hanyalah hak Allah. Maha suci Allah, Rabb semesta alam. “ (QS. Al-A’raf: 54)

  1. 2. Qidam

Qidam berarti dahulu atau awal. Sifat Allah ini menandakan bahwa Allah swt sebagai Pencipta lebih dulu ada daripada semesta alam dan isinya yang Ia ciptakan.

uqèd ãA¨rF{$# ãÅzFy$#ur ãÎg»©à9$#ur ß`ÏÛ$t7ø9$#ur ( uqèdur Èe@ä3Î/ >äóÓx« îLìÎ=tæ ÇÌÈ

Artinya: “Dialah yang Awal dan yang Akhir, yang Zhahir dan yang Bathin; dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu. “ (QS. Al-Hadid: 3)

  1. Baqa’

Sifat Allah Baqa’ yaitu kekal. Manusia, hewan ,tumbuhan, dan makhluk lainnya selain Allah akan mati dan hancur. Kita akan kembali kepadaNya dan itu pasti. Hanya Allah lah yang kekal.

Artinya: “Semua yang ada di bumi itu akan binasa. Dan tetap kekal Wajah Rabb-mu yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan. “(QS. Ar-Rahman: 26-27

  1. Mukhalafatu lil hawadits

Sifat Allah ini artinya adalah Allah berbeda dengan ciptaanNya. Itulah keistimewaan dan Keagungan Allah swt

 

Artinya: “Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan Dia, dan Dia-lah yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat. “ (QS. Asy-Syuura: 11)

  1. Qiyamuhu binafsihi

Sifat Allah selanjutnya yaitu Qiyamuhu binafsihi, yang artinya Allah berdiri sendiri. Allah menciptakan alam semesta, membuat takdir, menghadirkan surga dan neraka, dan lain sebagainya, tanpa bantuan makhluk apapun. Berbeda dengan manusia yang sangat lemah, pastinya membutuhkan satu sama lain.

ª!$# Iw tm»s9Î) žwÎ) uqèd ‘yÛø9$# ãPq•‹s)ø9$# ÇËÈ

Artinya: “ALLAH, tidak ada Ilah (yang berhak disembah) melainkan Dia. Yang hidup kekal lagi terus menerus mengurus makhluk-Nya. “ (QS. Ali-Imran: 2)

  1. Wahdaniyyah

Sifat Allah Wahdaniyyah yaitu esa atau tunggal. Hal ini sesuai dengan kalimat syahadat, Asyhadu alaa ilaa ha illallah, Tiada Tuhan selain Allah.

 

Artinya: “Sekiranya ada di langit dan di bumi tuhan-tuhan selain Allah, tentulah keduanya itu telah Rusak binasa. Maka Maha suci Allah yang mempunyai ‘Arsy daripada apa yang mereka sifatkan.

  1. Qudrat

Qudrat adalah berkuasa. Sifat Allah ini berarti Allah berkuasa atas segala yang ada atau yang telah Ia ciptakan. Kekuasaan Allah sangat berbeda dengan kekuasaan manusia di dunia. Allah memiliki kuasa terhadap hidup dan mati segala makhluk. Kekuasaan Allah itu sungguh besar dan tidak terbatas, sedangkan kekuasaan manusia di dunia dapat hilang atas kuasa Allah swt.

Artinya: “Sesungguhnya ALLAH berkuasa atas segala sesuatu. “ [2]:22

  1. Iradat

Iradat berarti berkehendak. Sifat Allah ini menandakan bahwa Allah swt memiliki kehendak atas semua ciptaanNya. Bila Allah telah berkehendak terhadap takdir atau nasib seseorang, maka ia takkan dapat mengelak atau menolaknya. Manusia hanya dapat berusaha dan berdoa, namun Allah lah yang menentukan. Kehendak Allah ini juga atas kemauan Allah tanpa ada campur tangan dari manusia atau makhluk lainnya.

Artinya: 107. mereka kekal di dalamnya selama ada langit dan bumi[736], kecuali jika Tuhanmu menghendaki (yang lain). Sesungguhnya Tuhanmu Maha Pelaksana terhadap apa yang Dia kehendaki.

[736] Alam akhirat juga mempunyai langit dan bumi tersendiri.

  1. Ilmu

Ilmu artinya mengetahui. Allah Maha Mengetahui segala sesuatu, meskipun pada hal yang tidak terlihat. Tiada yang luput dari penglihatan Allah.

ö@è% šcqßJÏk=yèè?r& ©!$# öNà6ÏZƒÏ‰Î/ ª!$#ur ãNn=÷ètƒ $tB ’Îû ÏNºuq»yJ¡¡9$# $tBur ’Îû ÇÚö‘F{$# 4 ª!$#ur Èe@ä3Î/ >äóÓx« ÒO‹Î=tã ÇÊÏÈ

Artinya: Katakanlah: “Apakah kamu akan memberitahukan kepada Allah tentang agamamu, Padahal Allah mengetahui apa yang di langit dan apa yang di bumi dan Allah Maha mengetahui segala sesuatu?” (QS. Al-Huujarat:16)

  1. Hayat

Sifat Allah Hayat atau Hidup. Namun hidupnya Allah tidak seperti manusia, karena Allah yang menghidupkan manusia. Manusia bisa mati, Allah tidak mati, Ia akan hidup terus selama-lamanya.

ª!$# Iw tm»s9Î) žwÎ) uqèd ÓyÕø9$# ãPq•‹s)ø9$# 4 Ÿw ¼çnä‹è{ù’s? ×puZř Ÿwur ×PöqtR 4 ¼çm©9 $tB ’Îû ÏNºuq»yJ¡¡9$# $tBur ’Îû ÇÚö‘F{$# 3 `tB #sŒ “Ï%©!$# ßìxÿô±o„ ÿ¼çny‰YÏ㠞wÎ) ¾ÏmÏRøŒÎ*Î/ 4 ãNn=÷ètƒ $tB šú÷üt/ óOÎgƒÏ‰÷ƒr& $tBur öNßgxÿù=yz ( Ÿwur tbqä܊Åsム&äóÓy´Î/ ô`ÏiB ÿ¾ÏmÏJù=Ï㠞wÎ) $yJÎ/ uä!$x© 4 yìřur çm•‹Å™öä. ÏNºuq»yJ¡¡9$# uÚö‘F{$#ur ( Ÿwur ¼çnߊqä«tƒ $uKßgÝàøÿÏm 4 uqèdur ’Í?yèø9$# ÞOŠÏàyèø9$# ÇËÎÎÈ

Artinya: “Allah tidak ada Ilah (yang berhak disembah) melainkan Dia yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur.” (QS. Al-Baqarah: 255)

  1. Sam’un

Sifat Allah Sam’un atau mendengar. Allah selalu mendengar semua hal yang diucapkan manusia, meskipun ia berbicara dengan halusnya atau tidak terdengar sama sekali. Pendengaran Allah tidak terbatas dan tidak akan pernah sirna.

ö@è% šcr߉ç7÷ès?r& `ÏB Âcrߊ «!$# $tB Ÿw à7Î=ôJtƒ öNà6s9 #uŽŸÑ Ÿwur $YèøÿtR 4 ª!$#ur uqèd ßìŠÏJ¡¡9$# ãLìÎ=yèø9$# ÇÐÏÈ

Artinya: Katakanlah: “Mengapa kamu menyembah selain daripada Allah, sesuatu yang tidak dapat memberi mudharat kepadamu dan tidak (pula) memberi manfaat?” dan Allah-lah yang Maha mendengar lagi Maha mengetahui” (QS. Al-Maidah: 76)

  1. Basar

Basar artinya melihat. Penglihatan Allah juga tidak terbatas. Ia dapat melihat semua yang kita lakukan meskipun kita melakukan sesuatu secara sembunyi-sembunyi. Allah mampu melihat, naik yang besar maupun yang kecil, yang nyata maupun kasat mata. Sifat Allah ini menandakan bahwa Allah Maha Sempurna.

Artinya: Sesungguhnya ALLAH mengetahui apa yang ghaib di langit dan di bumi. Dan Maha Melihat apa yang kamu kerjakan. “ (QS. Al-Hujurat: 18)

  1. Kalam

Kalam artinya berfirman. Sifat Allah ini dapat kita lihat dengan adanya Al Quran sebagai petunjuk yang benar bagi manusia di dunia. Al Quran merupakan firman Allah yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad saw.

Dan Allah telah berbicara kepada Musa dengan langsung. “ (QS. An-Nisa: 164)

  1. Qadirun

Sifat Allah ini berarti Allah adalah Dzat yang Maha Berkuasa. Allah tidak lemah, Ia berkuasa penuh atas seluruh makhluk dan ciptaanNya.

ÇËÉÈ

ߊ%s3tƒ ä-÷Žy9ø9$# ß#sÜøƒs† öNèdt»|Áö/r& ( !$yJ¯=ä. uä!$|Êr& Nßgs9 (#öqt±¨B ÏmŠÏù !#sŒÎ)ur zNn=øßr& öNÍköŽn=tæ (#qãB$s% 4 öqs9ur uä!$x© ª!$# |=yds%s! öNÎgÏèôJ|¡Î/ öNÏd̍»|Áö/r&ur 4 žcÎ) ©!$# 4’n?tã Èe@ä. &äóÓx« ֍ƒÏ‰s% ÇËÉÈ

Artinya: “Sesungguhnya Alllah berkuasa atas segala sesuatu. “ [2]:[20]

 

  1. Muridun

Allah memiliki sifat Muridun, yaitu sebagai Dzat Yang Maha Berkehendak. Ia berkehendak atas nasib dan takdir manusia.

šúïÏ$Î#»yz $pkŽÏù $tB ÏMtB#yŠ ÝVºuq»uK¡¡9$# ÞÚö‘F{$#ur žwÎ) $tB uä!$x© y7•/u‘ 4 ¨bÎ) y7­/u‘ ×A$¨èsù $yJÏj9 ߉ƒÌãƒ ÇÊÉÐÈ

Artinya: mereka kekal di dalamnya selama ada langit dan bumi, kecuali jika Tuhanmu menghendaki (yang lain). Sesungguhnya Tuhanmu Maha Pelaksana terhadap apa yang Dia kehendaki. [11]:107

16. ‘Alimun

Sifat Allah ‘Alimun, yaitu Dzat Yang Maha Mengetahui. Allah mengetahui segala hal yang telah terjadi maupun yang belum terjadi. Allah pun dapat mengetahui isi hati dan pikiran manusia.

Artinya:176. mereka meminta fatwa kepadamu (tentang kalalah)[387]. Katakanlah: “Allah memberi fatwa kepadamu tentang kalalah (yaitu): jika seorang meninggal dunia, dan ia tidak mempunyai anak dan mempunyai saudara perempuan, Maka bagi saudaranya yang perempuan itu seperdua dari harta yang ditinggalkannya, dan saudaranya yang laki-laki mempusakai (seluruh harta saudara perempuan), jika ia tidak mempunyai anak; tetapi jika saudara perempuan itu dua orang, Maka bagi keduanya dua pertiga dari harta yang ditinggalkan oleh yang meninggal. dan jika mereka (ahli waris itu terdiri dari) saudara-saudara laki dan perempuan, Maka bahagian seorang saudara laki-laki sebanyak bahagian dua orang saudara perempuan. Allah menerangkan (hukum ini) kepadamu, supaya kamu tidak sesat. dan Allah Maha mengetahui segala sesuatu.

[387] Kalalah Ialah: seseorang mati yang tidak meninggalkan ayah dan anak.

  1. Hayyun

Allah adalah Dzat Yang Hidup. Allah tidak akan pernah mati, tidak akan pernah tidur ataupun lengah.

Artinya: “Dan bertakwalah kepada Allah yang hidup kekal dan yang tidak mati. “ (QS. Al Furqon: 58).

  1. Sami’un
    Allah adalah Dzat Yang Maha Mendengar. Allah selalu mendengar pembicaraan manusia, permintaan atau doa hambaNya.

Iw on#tø.Î) ’Îû ÈûïÏe$!$# ( ‰s% tû¨üt6¨? ߉ô©”9$# z`ÏB ÄcÓxöø9$# 4 `yJsù öàÿõ3tƒ ÏNqäó»©Ü9$$Î/ -ÆÏB÷sãƒur «!$$Î/ ωs)sù y7|¡ôJtGó™$# Íouróãèø9$$Î/ 4’s+øOâqø9$# Ÿw tP$|ÁÏÿR$# $olm; 3 ª!$#ur ìì‹Ïÿxœ îLìÎ=tæ ÇËÎÏÈ

Artinya: “Allah Maha Mendengar dan Maha Mengetahui. “ [2]:[256].

  1. Basirun

Allah adalah Dzat Yang Maha Melihat. Sifat Allah ini tidak terbatas seperti halnya penglihatan manusia. Allah selalu melihat gerak-gerik kita. Oleh karena itu, hendaknya kita selalu berbuat baik.

¨bÎ) ©!$# ÞOn=÷ètƒ |=øŠxî ÏNºuq»yJ¡¡9$# ÇÚö‘F{$#ur 4 ª!$#ur 7ŽÅÁt/ $yJÎ/ tbqè=yJ÷ès? ÇÊÑÈ

Artinya: “Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan. “(Al-Hujurat: 18)

 

  1. Mutakallimun

Sifat Allah ini berarti Yang Berbicara. Allah tidak bisu, Ia berbicara atau berfirman melalui ayat-ayat Al Quran. Bila Al Quran menjadi pedoman hidup kita, maka kita telah patuh dan tunduk terhadap Allah swt.

2.3. Tanda-tanda adanya Allah

Rasa manis bisa diketahui dengan perantaraan pengecap tetapi pengecap tidak mampu mengetahui sesuatu yang mengeluarkan bauharum dan yang menampilkan warna. Dengan perantaraan alat peraba tidak mampu mengetahui adanya suara-suara yang jauh. Daya tagkap manusia yang lebih jauh  adalah pendengaran, tetapi ada yang mampu ditangkap dan diketahui hanyalah suara-suara yang memasuki liang telinganya.demikian juga dengan dzat Allah SWT, tidak dapat dijangkau dengan panca indra karena Dia tidak bisa dilihat, diraba dan diketahui oleh panca indera. Tuhan dapat diketahui dan dilihat melalui akal pikiran yang sehat.

Imam Abu Hanifah membuktikan kekuasan Allah swt dengan adanya bermacam-macam ragam kehendak manusia, akan tetapi kadang-kadang kenyataannya tidak sesuai dengan apa yang direncanakan. Hal ini membuktikan adanya kekuasaan yang Maha tinggi yang menguasai diri kita.

Imam Malik membuktikan kekuasaan Allah dengan adanya manusia yang beragam bentuk, rupa, kulit, suara, kemauan, dan lain-lain. Namun tidak serupa.

Imam Syafi’ie membuktikan kekusaan Allah dengan memperhatikan dari sebuah jenis daun tumbuh-tumbuhan yang dapat berubah menjai bermacam-macam benda. Contoh: daun dimakan ukat sutera maka hasilnya akan menjadi sutera yang halus atau berkualitas, daun jika dimakan oleh lembu maka akan menghasilkan susu yang segar dan bermanfaat bagi kesehatan kita.

 

 

 

 

 

Sebuah  bukti Kekuasaan Allah

öqs9 $uZø9t“Rr& #x‹»yd tb#uäöà)ø9$# 4’n?tã 9@t6y_ ¼çmtF÷ƒr&t©9 $Yèϱ»yz %YæÏd‰|ÁtF•B ô`ÏiB ÏpuŠô±yz «!$# 4 šù=Ï?ur ã@»sVøBF{$# $pkæ5ΎôØtR Ĩ$¨Z=Ï9 óOßg¯=yès9 šcr㍩3xÿtGtƒ ÇËÊÈ   uqèd ª!$# “Ï%©!$# Iw tm»s9Î) žwÎ) uqèd ( ÞOÎ=»tã É=ø‹tóø9$# Íoy‰»yg¤±9$#ur ( uqèd ß`»oH÷q§9$# ÞOŠÏm§9$# ÇËËÈ   uqèd ª!$# ”Ï%©!$# Iw tm»s9Î) žwÎ) uqèd à7Î=yJø9$# â¨r‘‰à)ø9$# ãN»n=¡¡9$# ß`ÏB÷sßJø9$# ÚÆÏJø‹ygßJø9$# Ⓝ͓yèø9$# â‘$¬6yfø9$# çŽÉi9x6tGßJø9$# 4 z`»ysö6ߙ «!$# $£Jt㠚cqà2Ύô³ç„ ÇËÌÈ   uqèd ª!$# ß,Î=»y‚ø9$# ä—Í‘$t7ø9$# â‘Èhq|ÁßJø9$# ( ã&s! âä!$yJó™F{$# 4Óo_ó¡ßsø9$# 4 ßxÎm7|¡ç„ ¼çms9 $tB ’Îû ÏNºuq»yJ¡¡9$# ÇÚö‘F{$#ur ( uqèdur Ⓝ͕yèø9$# ÞOŠÅ3ptø:$#

Artinya:

21. kalau Sekiranya Kami turunkan Al-Quran ini kepada sebuah gunung, pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan ketakutannya kepada Allah. dan perumpamaan-perumpamaan itu Kami buat untuk manusia supaya mereka berfikir.

22. Dialah Allah yang tiada Tuhan selain Dia, yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, Dia-lah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

23. Dialah Allah yang tiada Tuhan selain Dia, Raja, yang Maha Suci, yang Maha Sejahtera, yang Mengaruniakan Keamanan, yang Maha Memelihara, yang Maha perkasa, yang Maha Kuasa, yang memiliki segala Keagungan, Maha suci Allah dari apa yang mereka persekutukan.

24. Dialah Allah yang Menciptakan, yang Mengadakan, yang membentuk Rupa, yang mempunyai asmaaul Husna. bertasbih kepadanya apa yang di langit dan bumi. dan Dialah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

Sifat Wajib Tulisan Arab Maksud Sifat Mustahil Tulisan Arab Maksud
Wujud ﻭﺟﻮﺩ Ada Adam ﻋﺪﻡ Tiada
Qidam ﻗﺪﻡ Sedia Haduth ﺣﺪﻭﺙ Baharu
Baqa ﺑﻘﺎﺀ Kekal Fana ﻓﻨﺎﺀ Akan binasa
Mukhalafatuhu lilhawadith ﻣﺨﺎﻟﻔﺘﻪ ﻟﻠﺤﻮﺍﺩﺙ Bersalahan Allah Ta’ala dengan segala yang baharu Mumathalatuhu lilhawadith ﻣﻤﺎﺛﻠﺘﻪ ﻟﻠﺤﻮﺍﺩﺙ Menyamai atau bersamaan bagi-Nya dengan suatu yang baru
Qiamuhu binafsih ﻗﻴﺎﻣﻪ ﺑﻨﻔﺴﻪ Berdiri-Nya dengan sendiri Qiamuhu bighairih ﻗﻴﺎﻣﻪ ﺑﻐﻴﺮﻩ Berdiri-Nya dengan yang lain
Wahdaniat ﻭﺣﺪﺍﻧﻴﺔ Esa Allah Ta’ala pada dzat,pada sifat dan pada perbuatan Ta’addud ﺗﻌﺪﺩ Berbilang-bilang
Qudrat ﻗﺪﺭﺓ Berkuasa Ajzun ﻋﺟﺰ Lemah
Iradat ﺇﺭﺍﺩﺓ Berkehendak menentukan Karahah ﻛﺮﺍﻫﻪ Benci iaitu tidak menentukan
Ilmu ﻋﻠﻢ Mengetahui Jahlun ﺟﻬﻞ Bodoh
Hayat ﺣﻴﺎﺓ Hidup Al-Maut ﺍﻟﻤﻮﺕ Mati
Sama’ ﺳﻤﻊ Mendengar As-Summu ﺍﻟﺻﻢ Pekak
Basar ﺑﺼﺮ Melihat Al-Umyu ﺍﻟﻌﻤﻲ Buta
Kalam ﻛﻼ Berkata-kata Al-Bukmu ﺍﻟﺑﻜﻢ Bisu
Kaunuhu qaadiran ﻗﺎﺩﺭﺍ ﻛﻮﻧﻪ Keadaan-Nya yang berkuasa Kaunuhu ajizan ﻛﻮﻧﻪ ﻋﺎﺟﺰﺍ Keadaan-Nya yang lemah
Kaunuhu muriidan ﻛﻮﻧﻪ ﻣﺮﻳﺪﺍ Keadaan-Nya yang berkehendak menentukan Kaunuhu kaarihan ﻛﻮﻧﻪ ﻛﺎﺭﻫﺎ Keadaan-Nya yang benci iaitu tidak menentukan
Kaunuhu ‘aliman ﻛﻮﻧﻪ ﻋﺎﻟﻤﺎ Keadaan-Nya yang mengetahui Kaunuhu jahilan ﻛﻮﻧﻪ ﺟﺎﻫﻼ Keadaan-Nya yang bodoh
Kaunuhu hayyan ﺣﻴﺎ ﻛﻮﻧﻪ Keadaan-Nya yang hidup Kaunuhu mayitan ﻛﻮﻧﻪ ﻣﻴﺘﺎ Keadaan-Nya yang mati
Kaunuhu sami’an ﻛﻮﻧﻪ ﺳﻤﻴﻌﺎ Keadaan-Nya yang mendengar Kaunuhu asamma ﻛﻮﻧﻪ ﺃﺻﻢ Keadaan-Nya yang pekak
Kaunuhu basiiran ﻛﻮﻧﻪ ﺑﺼﻴﺭﺍ Keadaan-Nya yang melihat Kaunuhu a’maa ﻛﻮﻧﻪ ﺃﻋﻤﻰ Keadaan-Nya yang buta
Kaunuhu mutakalliman ﻛﻮﻧﻪ ﻣﺘﻜﻠﻤﺎ Keadaan-Nya yang berkata-kata Kaunuhu abkam ﻛﻮﻧﻪ ﺃﺑﻜﻢ Keadaan-Nya yang kelu

 

SIFAT KESEMPURNAAN

Dua puluh yang tertera di atas yang wajib bagi Allah terkandung di dalam dua sifat kesempurnaan. Sifat tersebut adalah:

  1. Istigna’ ( ﺇﺳﺘﻐﻨﺎﺀ )

Kaya Allah daripada sekelian yang lain daripada-Nya iaitu tidak berkehendak ia kepada sesuatu. Maksudnya, Allah tidak mengkehendaki yang lain menjadikan-Nya dan tidak berkehendakkan tempat berdiri bagi zat-Nya. Contohnya, Allah tidak memerlukan dan tidak mengkehendaki malaikat untuk menciptakan Arasy.

Maka, Maha suci Tuhan daripada tujuan pada sekelian perbuatan dan hukum-hukumnya dan tidak wajib bagi-Nya membuat sesuatu datau meninggalkan sesuatu.

Sifatnya: wujud, qidam, baqa’, mukhalafatuhu lilhawadith, qiamuhu binafsih, sama’, basar, kalam, kaunuhu sami’an, kaunuhu basiran, kaunuhu mutakalliman.

  1. Iftiqar ( ﺇﻓﺘﻘﺎﺭ )

Yang lain berkehendakkan sesuatu daripada Allah yaitu yang lain berkehendakkan daripada Allah untuk menjadikan dan menentukan mereka dengan perkara yang harus. Contohnya, manusia memohon kepada Allah melancarkan hidupnya.

Sifatnya: wahdaniat, qudrat, iradat, ilmu, hayat, kaunuhu qadiran, kaunuhu muridan, kaunuhu hayyan.

 

SIFAT YANG HARUS[3]

Sifat harus atau sifat jaiz juga dimiliki oleh Allah. Harus bagi Allah memperbuatkan sesuatu yang harus ada atau tiada atau meninggalkannya. Contohnya, harus bagi Allah menciptakan langit, bumi, matahari dan yang lain dan harus juga bagi Allah untuk tidak menciptakannya. Tidak wajib bagi Allah membuat sesuatu seperti menghidupkan atau mematikan bahkan itu harus pada hak Allah.Iman

Tanda-tanda Orang Beriman[4]

Walaupun Iman merupakan hal yang abstrak, tidak bisa dilihat dengan indra manusia, namun orang yang memiliki iman daapat diketahui dengan mengenal tanda-tandanya yaitu: 1). jika disebut nama Allah maka hatinya bergetar dan berusaha agar ilmu Allah tidak lepas dari syaraf memorinya, serta jika dibacakan ayat Al-Quran maka bergejolak hatinya untuk segera melaksanakannya ( Al-Anfal : 2). 2) senantiasa tawakkal 3) tertib dalam melaksanakan sholat dan selalu menjaga pelaksanaan (Al-Anfal:3), 4) Menafkahkan rezeki yang diterimanya  5) Menghindari perkataan dan menjaga kehormatan  6) memelihara amanah dan menepati janji 7) Berjihad di jalan dan suka menolong. 8)Tidak meninggalkan pertemuan sebelum minta izin.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

PENUTUP

3.1. Kesimpulan

Sifat harus atau sifat jaiz juga dimiliki oleh Allah. Harus bagi Allah memperbuatkan sesuatu yang harus ada atau tiada atau meninggalkannya. Contohnya, harus bagi Allah menciptakan langit, bumi, matahari dan yang lain dan harus juga bagi Allah untuk tidak menciptakannya. Tidak wajib bagi Allah membuat sesuatu seperti menghidupkan atau mematikan bahkan itu harus pada hak Allah.Iman

Iman kepada Allah bukan berarti hanya sekedar meyakini akan adanya Allah akan tetapi mengerjakan atau mengamalkan apa yang sudah ditetapkan oleh Allah, menjauhi segala apa yang telah dilarangNya.

Orang beriman tidak akan merasa khawatir dengan keadaan duniayanya yang fana ini demi mencapai keberuntungan yang abadi di akhirat kelak. Dengan mengetahui sifat-sifat dan ayat-ayat Al-Quran yang menyebutkan sifat-sifat Alloh kita menegetahui bagaiman kekuasaan Alloh dengan keesaan yang maha segalanya. Dengan mengetahui ini semua diharapkan keimanan kiat semakin meningkatkan.

Dengan penyebutan ayat-ayat dan terjemahanya kita mengetahui bagaiman sifat-sifat wajib bagi Alloh, namun sebenaranya sifat-sifat Alloh tidak hanya sebatas disebutkan oleh pemakalah yakni dari siafat wujud sampai yang terkhir karena Alloh maha segala-galanya.

3.2 Saran

Diharapkan ada materi-materi yang lebih kreatif dalam meningkatkan kimanan kepada Alloh, karena materi-materi yang berhubungan dengan akidak adalah materi-materi yang abstrak.

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Al-Quran dan terjemahan.

 

Asmuni, Yusran. 1996. Ilmu Tauhid. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

 

Hafiduddin, Didin. 2002. Membentuk Pribadi Qurani. Bandung: Harakah.

 

http://id.wikipedia.org / wiki indonesia/ Sifat-sifat Allah/

diakses pada 12 September 2010.

 

Syaltut, Mahmud. 1995. Akidah dan Syari’ah Islam. Jakarta: Bumi Aksara.

 

Thantawi, Ali. 2004. Aqidah Islam; Doktrin dan Filosofi. Solo: Era Intermedia.

 

Umari, Barmawi. 1966. Materia Achlaak. Semarang: CV. Ramadhani.

 

Tim Dosen PAI. 2007. Buku Daras: Pendidikan Agama Islam di Universitas

Brawijaya. Malang: Pusat Pembinaan Agama.

Al- Asyaar, Umar Sulaiman.2009. Al-asma’ al- Husna. Jakarta: Qisthi Press.

 

Jabir Al-Jazairy, Abu Bakar. 2006. Amalan Pemelihara Iman.  Jakarta: Qisthi Press.

 

Amin Abdul aziz, Jum’ah. 2005. Pemikiran Hasa Al-Banna dalam Aqidah dan Hadis. Jakarta: Al- Kautsar.

 

Abdul Wahab, Imam Muhamad. 2004. Tauhid. Yogykarta: Mitra Pustaka.

 

Imam, muawaffaquddin. 2007. Wahai Saudaraku Inilah Aqidahmu. Bogor:

Pustaka Ibnu Katsir.

 

Abdullah Al-Fauzan, Sholih Bin Fauzan. 2008. Kitab Tauhid jilid I, Jakarta: Darul

Haq.

 


[1] Barmawi Umari, 1966, Materia Achlaak. Semarang: CV. Ramadhani. Halaman 8

[2] http://Wikipedia /indonesia diakses pada 12 September 2010

[3] Thantawi, Ali. 2004. Aqidah Islam; Doktrin dan Filosofi. Solo: Era Intermedia.

[4] Tim Dosen PAI. 2007. Buku Daras: Pendidikan Agama Islam di Universitas

Brawijaya. Malang: Pusat Pembinaan Agama. Halaman 73

 

About rudien87


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: