Karakter Dari Sekolah

Karakter Dari Sekolah
Suasana lingkungan yang kondusif dan nyaman untuk belajar-mengajar sesuai dengan karakter sekolah, sangatlah mempengaruhi prilaku para peserta didik dikemudian hari. Peserta didik tidak akan nyaman dan bisa belajar maksimal ketika lingkunganya ramai dengan kadaan banjir, gedung sekolah hampir roboh, bising dengan suara-suara mesin dan sebagainya. Semuanya akan mengganggu dalam proses belajar dan mengajar, para guru tidak akan bisa dengan leluasa menyampaikan materi pelajaranya ketika gedung sekolahnya hampir roboh, tukut tertimpa reruntuhan bangunan, begitu juga dengan siswanya.
Suatu lembaga pendidikan mempunyai karakter tersendiri, mendesain dan memformulasikan lingkunganya untuk siswa-siswa dengan harapan para peserta didik dapat belajar maksimal dan dikemudian hari memberikan dampak positif. Seperti halnya lembaga sekolah formal di lingkungan pesantren ini mendisain bangunanya dengan member musolah didalam sekolah dan kelasnya suci, para siswa tidak memakai alas kaki ketika dalam kelas begitu juga dengan dewan gurunya. Hal ini dengan harapan para peserta didik di saat ada waktu luang seperti jam istirahat atau waktu kosong lain, melakukan ibadah sunah, seperti sholat dhuha.
Tidak hanya itu para siswa dianjurkan untuk memakai songkok hitam jika tidak maka dilarang masuk, para siswa juga dianjurkan selalu menjaga kesucian diri (da’imul wudlu’). Sebab ilmu itu adalah cahaya suci dari Tuhan, dan cahaya suci itu tidak akan bisa masuk kepada seorang hamba yang kotor dawuh salah seorang guru. Disamping itu inilah pembelajaran bagaimana penanaman kebersihan hati dan jiwa dengan harapan ketika masih belajar atau pun mereka sudah tidak lagi belajar di lembaga pendidikan ini meraka bisa menjaga diri dari aklak-aklak yang kurang baik.
Kurikulum yang diterapkan juga megacu pada keislaman yakni 30% materi-materi umum sesuai dengan kurikulum pendidikan nasional dan 70% lain materi-materi keislaman. Dengan porsi pemberian materi yang seperti ini para peserta didik diharapkan tidak hanya mampu menguasai materi-materi pelajaran keislaman tetapi juga mampu menguasai materi-materi pelajaran yang sudah ditetapkan sesuai dengan kurikulum pendidikan Nasional. Nilai lebih dari para peserta didik yang belajar di lembaga ini, moralnya sesuai dengan moral agama.
Inilah salah satu lembaga pendidikan formal yang menanamkan moral agama melalui kultur dan lingkunganya. Sangatlah besar pengaruh yang diciptakan, manusia tanpa moral tak ubahnya seperti binatang, melakukan semua keinginan nafsunya tanpa melihat kerugian yang menimpa orang lain sebab perbuatanya. Moral sangatlah penting dalam mencetak genersi bangsa yang bemoral dan bermartabat, sebagai Negara yang berbudi luhur tidak akan mempunyai nama baik dimata Negara lain ketika moral masyarakatnya tidak karuan seperti binatang bahkan lebih dari binatang.

About rudien87


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: