Pendidikan “Penentu” Kehidupan

  • Pendidikan “Penentu” Kehidupan
    Pendidikan merupakan penentu kehidupan manusia, mengapa sepeti itu? karena pendidikan adalah dasar dimana pengetahuan manusia berkembang. Sudah menjadi kodrat manusia bawah akal, pemikiran, dan pengetahuan manusia selalu berkembang, buktinya dahulu manusia tidak memakai pakaian sekarang pakaianya malah terbuat berbahan dan berbentuk macam-macam. Oleh karena itu esensi dari pendidikan, ada yang mengatakan “memanusiakan manusai” makasudnya apa?, sudah manusia ko’ masih di manusiakan lagi. Disini pemaknaanya bukanlah makna secara bahasa, tetapi secara istilah, yakni perkembangan pendidikan dan pola pikir manusia.
    Kenapa sangat penting pendidikan bagi manusia?. Sebab ada dua arah kencenderungan manusia untuk melakukan sesuatu, mengarah ke kebaikan atau kejelekan. Dalam hal ini jika manusia tidak dari awal untuk dibimbing ke arah kebaikan pastinya kerusakan akan dia buatnya, bukan hanya merusak alam, tetapi secara tidak langsung juga merusak sesama manusianya. Sedikit contoh kerusakan hutan yang dibuat manusia dengan mengeksploitasi pohon-pohon tanpa mereboisasinya mengakibatkan bencana dimana-mana, banjir dan tanah longsor. Inilah kecenderungan manusia kearah buruk hanya mementingkan dirinya sendiri tanpa memepertimbangkan kepentingan yang lain. Meskipun secara logika dia itu “baik” yakni untuk berpenghasilan banyak.
    Dengan pendidikan inilah, seharusnya manusia diarahkan agar tidak melakukan perbuatan-perbuatan yang merugikan dirinya sendiri dan orang lain. Tidak hanya mengarahkan tapi juga menanamkan dalam jiwanya, agar dalam perkembangan sampai mati manusia tidak melakukan keburukan-keburukan tersebut, sehingga kehidupan manusia yang sempurna akan terwujud, meskipun tidak ada kesempurnaan yang paling sempurna, kecualiTuhan.
    Jika dalam perkembanganya, manusia tetap melakukan keburukan-keburukan tersebut, seperti korupsi yang dilakukan para pejabat dan rakyat, yang sama sekali tidak memandang kepentingan bersama, itu semua bukan salah pendidikan sepenuhnya, akan tetapi sifat rakus kehewanan mendominasi dalam pola pikirnya.
    Al Ghozali mengatakan, “manusia jika menjadi baik melebihi malaikat dan jika menjadi buruk melebihi hewan” sudah kelihatan di bangsa kita binatang-binatang yang berbentuk manusia, para koruptor, mafia-mafia khususunya mafia hukum, pengeksploitasi kekayaan alam dan sebagainya. Inilah jadinya jika proses pendidikan yang tidak tertamanam dalam jiwanya kebaikan demi kepentingan bersama.

  • About rudien87


    Tinggalkan Balasan

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    Logo WordPress.com

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

    Gambar Twitter

    You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

    Foto Facebook

    You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

    Foto Google+

    You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

    Connecting to %s

    %d blogger menyukai ini: