Titik Bahagia

Titik Bahagia
Titik kebahagiaan seseorang bukanlah terletak di hartanya, meskipun orang miskin melihatnya seperti itu tapi ketika orang kaya di tanya apakah dia sudah bahagia dengan kekayaanya? Pasti jawabanya tidak lain hanya “biasa dan masih punya masalah yang begini dan begitu”. Bagi orang yang tidak mempunyai anak maka melihat orang yang punya anak itu bahagia, padahal juga tidak sepenuhnya seperti itu, memiliki anak justru masalah bagi sebagian orang harus memikirkan biaya hidup, pendidikan, dan tempat tinggalnya. Belum lagi jika seorang anak melakukan perbuatan buruk pastinya mana orang tua terbawah.
Secara objektif memang orang kaya yang terlihat bahagia namun lebih bahagia orang yang sederhana. Ketika banyak hartanya, pagar yang tinggi pun dibangun security dan anjing berjaga di gerbang rumah. Sungguh kelihatan gelisah orang-orang yang punya harta ini, takut hartanya hilang di ambil orang lain.
Kata “titik bahagia” jika didefinisikan adalah letak dimana seseorang merasakan kebahagian sebab adanya beberapa faktor. Tidak mungkin orang akan bahagia jika tidak ada factor-faktor yang mempengaruhinya dan factor-faktor tersebut yang sulit digeneralisasi oleh kebanyakan orang. Penggeneralisasian itulah yang menghasikan pendukung munculnya kebahagian. Untuk itu proses generalisasi disandarkan pada rasa puas dan cukup, janganlah merasa kurang cobalah kita mengevaluasi dari usaha yang sudah dilakukan. Rasa kurang puas terhadap sesuatu akan membuat resah dan kebahagian akan semakin jauh dari kita.

About rudien87


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: