NASIB SI PEMULUNG

PEMULUNG TIDAK HANYA ORANG DEWASA TAPI JUGA ANAK-ANAK

Inilah salah satu gambaran generasi bangsa yang mempunyai semangat tinggi dalam perjuangan hidupnya. Dia melakukan hal yang lebih dari pada anak-anak seusianya. Anak seusianya bisa bermain riang dengan teman-temanya tapi dia harus berkerja keras untuk membantu orang tuanya memenuhi biaya hidup keluaga. Untuk biaya hidup mereka sudah sangat kesulitan apalagi untuk memenuhi kebutuhan sekundernya. pendidikan mungkin hanya menjadi nomer dua karena yang terpenting bagi mereka adalah bisa makan.
Anak-anak ini terpaksa setiap hari harus mencari kaleng dan besi tua untuk membantu meringankan beban orang tua mereka. Karena orang tua mereka tidak mampu membiayai sekolah bahkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, bahkan juga mata pencaharian mereka hanya bertani sehingga harus menunggu hasil panen. Terkadang hasilnya juga tidak memuaskan dan juga sangat pas-pasan karena harga terus melonjak. Sedangkan pendapatan tidak pernah mencukupi.
Siang itu, Rabu (9/4), bocah Kopiko Kobak dan teman teman sebayanya sedang asyik membongkar bongkar bongkahan sampah di dalam kali di Perumnas I Expo Waena. Kepada Jubi, Kopiko Kobak mengaku awalnya ia tidak biasa mencari kaleng dan besi tua karena ia merasa malu. Tetapi karena setiap hari ia melihat teman-temannya di sekitar tempat tinggalnya selalu mencari kaleng, besi tua, dan botol bekas setelah mereka pulang sekolah untuk di jual. Melihat aktivitas teman sebayanya membuat ia terdorong untuk ikut mencari kaleng kaleng bekas atau besi tua.
Kadang ia malu namun karena teman-temannya selalu mengajaknya sehingga saat ini sudah terbiasa untuk menekuni pekerjaan memulung.
Setelah beberapa kali ikut terlibat kini Kopiko Kobak sudah berani dan tidak malu-malu lagi mencari serta rajin mencari kaleng dan botol. Kegiatan ini ia mulai menekuninya sejak 2007 sampai sekarang, sudah satu tahun lebih menjalani pekerjaan ini.
”Kakak saya cari kaleng dengan botol ini dengan teman-teman sehabis pulang sekolah, keluar sekolah jam 12 siang kemudian ganti baju seragam terus kitong lanjut cari kaleng, besi tua, dan botol untuk tong jual. Kitong cari sampai jam enam sore baru tong pulang me rumah,” ungkap Kopiko Kobak murid kelas satu SD ini.
Kopiko Kobak mengaku pekerjaan yang di lakukannya setiap hari adalah mencari kaleng dan botol. Kaleng yang dicari berupa kaleng minuman ringan dan aluminium. Kaleng kaleng itu kemudian harus diketok dengan martil atau juga batu kali hingga pipih atau tipis. Setelah benar benar pipih atau tipis dimasukan ke dalam karung plastik beras sepuluh kilo sampai penuh yang di targetkan bisa mencapai satu kilo untuk dijual. Sejak ia mulai mencari kaleng dan botol orang tuanya sudah mengetahui namun tidak memarahinya malah membiarkannya.
Kaleng dan di botol ini dicari di dalam kali, tidak menggunakan alat apapun karena sampah yang di buang sehingga tinggal di pungut saja. Jika ada yang susah di dapat atau terkubur dengan pasir maka akan digali sampai dapat.
”Kakak kalau sudah cukup satu kilo langsung saya jual sama mas-mas Jawa yang biasa mencari besi tua. Biasanya mas mas Jawa ini naik motor atau ada juga yang mendorong-dorong gerobak dari rumah ke rumah untuk membeli besi tua dan kaleng bekas. Saya jual ke mas mas Jawa satu kilo seharga sepuluh ribu rupiah atau Rp 10.000,-. Jadi satu hari saya hanya berusaha mencapai satu kilo saja,” jelas Kobak.
Sedangkan botol yang dicari setiap hari untuk di jual yaitu : botol botol bir. Botol ini juga dicari dan di isi dalam karung beras sepuluh kilo juga sampai penuh. Pekerjaan mencari botol ini di lakukan dengan hati-hati saat mau diisi kedalam karung karena jika buru-buru atau cepat dan tidak hati-hati maka jelas botol ini akan pecah. Kalau sudah penuh dianggap sudah mencapai satu kilo, kadang juga kalau berat berarti sudah mencapai satu kilo, maka langsung dijual ini juga dijual kepada mas-mas Jawa. Biasanya dijual dengan harga sepuluh ribu tetapi jarang laku bahkan tidak laku sama sekali. Karena sekarang banyak yang cari besi tua, botol dan kaleng. Sehingga biasanya di jual dengan harga lima ribu rupiah. Satu hari di usahakan untuk mencapai ukuran satu kilo.

About rudien87


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: