“Pendidikan” manusia dan Hewan

Pendidikan adalah suatu proses yang menarik bagi manusia dan hewan, bukan hal yang aneh ketika prof. Lodge berpendapat bahwa seekor anjing bisa mendidik tuanya. Proses pendidikan yang terjadi memang tidak secara langsung begitu saja, tapi dari tingkah-laku anjing, sang tuan jadi melakukan sesuatu untuk si anjing contoh kecilnya anjing bisa diajak main lempar-lemparan bola. Ketika bola delemparkan dan si anjing menangkap dan mengambilnya untuk sang tuan. Proses pendidikan yang terjadi adalah ternyata si anjing mau dan mengerti ketika diajak bermain bola, belum lagi yang lainya anjing bisa di suruh jaga rumah, melacak bom, melakukan atraksi dan sebaginya.
Memang hewan dan manusia sama bisa didik dan mendidik, tapi hewan masih sangat terbatas dan monoton pendidikanya. Ketika seekor kambing melahirkan anaknya, si induk mengajari anknya untuk menyusu, setelah itu mengajarinya makan rumput dan ketika anaknya sudah besar maka tidak boleh menyusu induknya sama juga dengan manusia ketika sudah besar juga tidak boleh untuk menyusu ibunya.
Ada perbedaan yang cukup signifikan antara pendidikan hewan dan manusia, manusia ada pendidikan intelektual, etika dan estetika, sedang hewan tidak ada. Pendidikan pada hewan yakni monoton sama, anak dengan induknya, kerena hewan pendidikanya melalui insting sedangkan manusia adalah dengan akal yang selalu berkembang seiring dengan perkembangan zaman. Lagi pula tidak ada manusia yang kawin dengan induknya, namun hewan kawin dengan induknya adalah biasa, karena pendidikan pada hewan tidak ada pendidikan moral. Jika hewan di kawinkan dengan induknya merupakan hal yang biasa bahkan wajib untuk memeper cepak proses perkembangbiakan kambing. Terutama ketika anaknya menjadi pejantan yang sangat berkualitas, tubuhnya besar, tahan terhadap penyakit, perkemabangnya cepat besar, justru akan di kawinkan dengan induknya agar menghasilakan bibit atau keturunan yang lebih baik lagi. Apabila ada manusia yang kawin dengan ibunya berarti dia sama dengan hewan.
Proses pendidikan yang ada di manusia juga cukup lama dan membutuhkan orang lain, karena manusia dilahirkan dengan kondisi lemah, tanpa bantuan dia tidak bisa hidup. Baru lahir saja sudah butuh suster untuk merawatnya, di saat agak besar butuh seorang guru dan lembaga sekolah untuk mendidik dan mengarahkanya di samping peran orang tua yang cukup penting (urgen). Sedangkan pada hewan hanya cukup satu induknya saja dan proses pendidikan yang terjadi hanya beberapa bulan atau sekedar beberapa waktu, bahkan ada hewan yang sama sekali tidak di didik oleh induknya, mereka sudah bisa bertahan hidup dan berkembangbiak. Anak-anak hewan sudah bisa hidup mandiri, tapi pada manusia butuh bertahun-tahun untuk bisa bertahan hidup bahkan ketika menikah dan berkeluarga masihsangat bergantung pada bantuan orang tua.
Butuh usaha ekstra dan lebih untuk mendidik manusia, kerana banyaknya potensi-potensi manusia yang perlu di bibimbing dan kembangkan serta kecenderungan manusia melakukan perkara yang negatif. Terkadang meskipun sudah dibimbing dan di didik ekstra sampai menyekolahkanya kesan- kemari dengan biaya yang besar serta di rumah di awasi dan didik juga, ternyata masih melakukan keburukan dan belum sesuai dengan pendidikan yang diinginkan.
klik untuk fersi DOC
Penulis : Akhmad Khoirudin
Mahasiswa Fakultas Tarbiyah UIN Maliki Malang

About rudien87


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: