Gaya Belajar Mahasiswa Organisatoris

Organisasi kampus adalah salah satu tempat untuk mencari pengalaman dan berbagi pengalaman dengan mahasiswa yang lain. Organisasi yangberkembang dalam dunia kampus secaragaris besar terbagi menjadi dua, yakni organisasi ekstra kampus atau biasa di singkat dengan OMEK. sedangkan oragannisasi yang ada didalam kampus atau di naungi oleh lembaga kampus disingkat dengan OMIK. Meskipun sama-sama organisasi kampusnya tiap-tiap organisasi ini mempunyai karakteristik yang berbeda-beda terlihat dari polakegiatan dan karakteristik mahasiswa yang ada didalamnya.

Ini hanya sebatas gambaran secara umum saja bahwa mahasisiwa organisatoris mempunyai pengalaman yang lebih di bandingkan dengan mahasiswa akademis. karena mahasiswa akademis mendapakan pengalamanya di bangku kuliah dan dari buku-buku, Sedangkan mahasiswa organisatoris di samping mendapatkan pengalaman dan keilmuan dari bangku kuliah dan buku mereka juga mendapatkan pengalaman langsung untuk melakukan kegiatan-kegiatan dan sebagainya.

Bukan bermakasud untuk mengedepankan mahasiswa organisatoris atau merendahkan mahasiswa akademis tetapi memang secara global trelihat seperti itu tetapi jika di amati lebih dalam lagi pastinya sangat banyak kekurangan dari dua tipe ini dan masih banyak tipe yang lainya.

mahasiswa organisatoris kebanyakan menghabiskan waktunya untuk organisasinya, tidak di ketahui secara pasti unutk kegiatan atau unutk bermalas-malasan di sekretariatan/komisariat. Kebanyakan mereka kurang bisa memanag waktu kapan lebih perioritas ke organisasi dan kapan lebih perioritas untuk kuliah.

Mahasiawa organisatoris bisa memanfaatkan wadah lembaganya unutk belajar dan lebih memacu diri untuk terus belajar dan belajar sebagai generasi intelektual. Mereka bisa memanfaatkan teman-teman yang ada dalam satu organisasinya untuk berdiskusi bareng saling tukar pikiran, apalagi kalau terdiri dari mahasiswa yang mempunyai jurusan dan latarbelakang orang tua berbeda pastinya kan memunculkan pemikiran-pemikiran yang berbeda pula.

Contohnya saja ketika mereka ngmpul bareng untuk sekedar ngopi maka pasti mereka tidak lepas untuk membhas permasalahan organisasi dan juga permaslahan yang lain, anadaikan saja dari pembicaraan tersebut bisa di bukukan pastinya akan menjadi sebuah karya meskipun belum bisa memenuhi setandart keilmiahan sebuah buku.

About rudien87


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: