Turki Muda

Sebagai lihat dalam bab x Sultan Abdul Hamid setelah di bubarkannya parlemen dan hancurnya gerakan Ustmani muda, terus memerintah dengan kekuasaan yang lebih absolut. Kebebasan bicara dan menulis tidak ada. Dalam menentang lawania memakai kekerasan, sehingga ada pengarang-pengarang yang memberi sifat ttirani kepadanya. Yang menyokong sultan dalam pemerintah absolut dan kekerasaan hanya beberapa pembesar-pembesar kerajaan ustmani.

Rasa tidak senang timbul, bukan hanya di kalangan kaum intelegensia yang dipengaruhi pemikiran liberal, tetapi juga di golongan pegawai sipil dan kemudian juga di kalangan kaum militer. Bahkan di perguruan –perguruan tinggi rasa tidak senang itu juga keliatan meluap ke luar. Dalam kelas, guru bercerita tentang pemuka-pemuka. Ustmani muda dan ide-ide mereka. Murid merasa rindu ke zaman Ustmaniu muda yang bar u lalu dan dengan penuh perhatian membaca tulisan-tulisan Namik Kemal. Nyanyi-nyanyian yang memuji Sultan mereka rubah kata-katanya menjadi kecaman. Guru-guru yang membawa ide-ide liberal, dipindahkan atau dipecat.

Dalam suasana demikian timbullah gerakan-gerakan oposisi terhadap pemerintahan absolut Sultan Abdul Hamid Aziz. Oposisi di kalangan perguruan tinggi, mengambil bentuk perkumpulan-perkumpulan rahasia. Di kalangan intelegensia pemimpin-pemimpin lari keluar negeri dan dari sana melanjutkan oposisi mereka. Gerakan di kalangan militer menjelma dalam bentuk komite rahasia. Opposisi yang berbagai kelompok inilah yang kemudian dikenal dengan nama Turki Muda.Ide perjuangan Muda, antara lain dimjukan oleh tiga pemimpin, Ahmed Riza (1859-1931), Mehmed Murad (1853-1912), dan Pangeran Sabahuddin (1877-1948).

Ahmed riza adalah anak seorang bekas anggota parlemen pertama bernama Injiliz Ali. Di masa mudanya Ahmed Riza pernah berkunjung kedesa-desa di turki dan kemelaratan yang diderita kaum petani menusuk hatinya. Ia pun bertekad akan melanjutkan studi di sekolah pertanian untuk kelak dapat bekerja dan berusaha merubah nasib kaum petani yang malang itu. Studi mengenai pertanian dilanjutkan di Paris.

Sekembalinya dari perancis ia bekerja di kementerian pertanian. Tetapi ternyata baginya bahwa hubungan kementerian ini dengan hidup dan kemelaratan kaum petani sedikit sekali. Kementerian itu lebih banyak disibukkan dengan hal-hal yang bersangkutan dengan birokrasi.

Ia pindah ke kementerian pendidikan, karena dengan pendidikanlah, begitu pendapatnya, mata rakyat dapat dibuka dan dengan demikian perubahan nasib mereka dapat diwujudkan. Juga pengalamannya di kementerian ini sama. Orang-orang sibuk dengan soal-soal birokrasi dan bukan dengan soal-soal pendidikan.

Karena sensor ketat ia tidak dapat mngeluarkan pendapat dan fikirannya dalam surat kabar atau buku, maka ia lihat lebih baik pergi ke Paris kembali. Di sana ia berjumpa dan bekerja sama dengan pemimpin-pemimpin yang telah terlebih dahulu menjauhkan diri dari pemerintah absolut Sultan Abdul Hamid. Di Paris ia mengeluarkan surat kabar Mesveret yang diselundupkan ke istambul umtuk dapat dibaca oleh orang-orang Turki di tanah air.

Selama di perancis Ahmed Riza banyak membaca buku-buku pemikir-pemikir Perancis, dan amat tertarik pada filsafat positivisme August Comte (1798-1857). Oleh karena itu ia berpendapat jalan yang harus ditempuh untuk emnyelamatkan kerajaan-kerajaan Ustmani dari keruntuhan ialah pendidikan dan ilmu pengetahuan positif dan bukan teologi atau metafisika.

Adanya dan terlaksananya program pendidikan yang baik berhajat pada pemerintahan konstitusional. Pmerintahan konstitusional tidak bertentangan dengan islam, karewna dalam islam terdapat ajaran musyawarat dan musyawarat adalah dasar pemeriintahan konstitusional. Sistem musyawarat dijalankan bukannya oleh nabi muhammad SAW, tetapi juga oleh abu bakar, Umar dan khalifah-khalifah lainnya.

Dalam memorandum yang ia terbitkan di Eropa, Ahmed Riza mengajak Sultan Abdul Hamid supaya merubah sikap serta politik, dan menghidupkan kembali pmerintah konstutisional, agar pecahnya revolusi di kerajaan Ustmani dapat dielakkan.Pangeran Sabahudin dari pihak bapak adalah salah seorang cucu dari Sultan Mahmud II dan dari pihak ibu adalah keponakan Sultan Abdul Hamid. Inumya bersaudara dengan Sultan Sabahudin ikut lari dengan ibu bapaknya menjauhkan diri dari kekuasaan Abdul Hamid. Mereka pergi di Eropa.

Di paris Sabahudin dipengaruhi oleh pemikiran-pemikiran dalam bidang sosiologi dan problema yang dihadapi oleh kerajaan Ustmani ia tinjau dari sudut sosiologi. Yang diperlukan ialah perubahan sosial, dan bukan pengganti Sultan. Masyarakat Turki sebagai timur lainnya mempunyai corak kolektif dan masyarakat kolektif tidak mudah berubah dalam munuju kemajuan. Dalam masyarakat kolektif orang tidak bisa percaya pada diri sendiri, oleh karena itu, tidak dapat berdiri sendiri, tetapi senantiasa bergantung pada kelompoknya, baik kelompok itu brbentuk keluarga maupun suku bangsa, pemerintah, dan sebagainya. Masyarakat yang dapat maju ialah masyarakat yang anggotanya tidak banyak tergantung kepada orang lain, tetapi sanggup berdiri sendiri dan berusaha sendiri untuk merubah keadaannya.

Selama masyarakat turki masih bersifat kolektif, Sultan tetap akan mempunyai kekuasaan absolut. Sebagai jalan sementara dalam mengatasi absolut itu, yaitu sebelum corak masyarakat turki berubah, ia menganjurkan supaya diadakan desentralisasi dalm bidang pemerintahan. Daerah-daerah diberi otonomi dan sistem otonomi itu sebaiknya dilaksanakan sampai ke tingkat desa.

Jalan yang ampuh untuk merubah sifat masyarakat dari kolektif menjadi individual adalah pendidikan. Rakyat turki harus dididik dan dilatih dapat berdiri sendiri untuk merubah nasibnya. Salah satunya jalan lain lagi ialah merubah sistem hak milih dan kolektif mnjadi sistem hak milik pribadi.dengan demikian anggota masyarakat tidak banyak lagi bergantung pada kelompokmya.Pangeran Sabahudin juga menerbirkan majalahnya sendiri yang diberi nama Terekki (kemajuan)

Pemikir ketiga, Mehmed Murad, berasal dari kaukasus dan lari ke istambul di tahun 1873 setelah gagalnya pemberontakan Syaikh Syamsil di daerah itu. Ia belajar di Rusia dan di sanalah ia berjumpa dengan ide-ide Barat, Tetapi ajaran-ajaran islam masih mempunyai pengaruh besar terhadap perkembangan pemikiran-nya. Ia mencoba memberi nasehat kepada Sultan agar diadakan perubahan-perubahan dalam sistem pemerintahan, tetapi ditolak dan akhirnya ia juga terpaksa lari ke Eropa. Sebagai Ahmed Riza dan Sabahudin ia juga menerbitkan majalah dengan nama Miran (Timbangan).

Ia berpendapat bahwa bukanlah islam yang menjadi sebab bagi mundurnya kerajaan Usmani, dan bukan pula rakyatnya, sebab kemunduran terletak pada Sultan yang memerintah secara absolut. Oleh karena itu kekuasaan Sultan harus dibatasi. Sebagai pemimpin lain ia berpendapat bahwa musyawarah dalam islam sama dengan pemerintahan konstitusional barat. Karena sultan tidak ssetuju dengan konstitusi, mengusulkan supaya didirikan suatu badan pengawas yang tugasnya ialah menjaga supaya undang-undang tidak dilanggar pemerintah.

Dalam pada itu di tanah air sendiri gerakan golongan militer dengan komite-komite atau sel-sel rahasia mereka mulai meningkat. Di damsyik terdapat komite tanah air dan kemerdekaan yang mempunyai cabang-cabang antara lain di Yaffa dan Yerussalem. Mustafa kemal; yang kemudian terkenal dengan panggilan Ataturk. Adalah salah satu pemimpinnya.

Pemiligan umum diadakan dan terbentuklah parlemen baru sebagai ketua di pilih Ahmed Riza dari Perkumpuan Persatuan dan Kemajuan. Dalam parlemen terdapat dua fraksi. Fraksi liberal yanag menghendaki desentralisasi dan pemerintahan otonomi bagi daerah-daerah, yang bermaksud untuk dapat mempertahankan sentralisasi dengan unsur turki sebagai pemegang kekuasaan pusat.

Di daerah pusat sendiri, rakyat masih banyak yang setia kepada sultan, sebagai kholifah. Dan sultan hamid juga tidak tinggal diam. Dari golongan ulama dan tarekat Bektasyi timvbul pula kritik terhadap politik pembaharuan turki muda yang banyak d pengaruhi pemikiran barat.kedudukan turki muda memang tidak kuat dan kesempatan ini di pakai Sultan Abdul Hamid untuk mengembalikan kekuasaannya. Tetapi Enver Pasya dengan batalyon III masuk istambul dan merampas kekuasaan.Di tahun 1912 diadakan pemilihan baru dan kali ini perkumpulan persatuan dan kemajuan.memperoleh kemenangan besar.

Enver Pasya adalah tamatan perguruan tinggi Militer, dan kemudian pernah menjadi attase militer di berlin dan menteri pertahanan. Jemal pasya juga bersekolah di Perguruan Tinggi Militer, pernah menjadi anglima daerah suria, Gubernur Militer Istambul dan menteri Angkatan Laut.talat Pasya pada mulanya adalah pegawai di kantor Telegraf Erdine, kemudian menjadi sekretaris jawatan pos dan telegraf Edine.

Pemerintahan tiga seangkatan merupakan pemerintahan militer yang ketata dan tidak bisa menerima kritik. Dalam bidang ekonomi langkah-langkah yang mengarah kepada ekonomi nasional diambil atas inisiatif pemimpin-pemimpin Perkumpulan Persatuan dan Kemajuan

Dalam bidang publikasi kemajuan cepat diperoleh. Surat-surat kabar di cetak sampai mencapai jumlah 60 ribu kopi. Karena jumlah pembaca semakin besar. Majalah-majalah baru timbul dalam bidang sastra, politik, dan sebagainnya. Ide-ide yang banyak dimuat dalam majalah-majalah itu bersumber dari perancis anatara lain falsavat positivisme Auguste Comte.

Dengan banyaknya surat kabar dan majalah yang diterbitkan dan dibaca oleh rakyat turki, ide-ide Barat makin bertambah dikenal oleh masyarakat dan makin bertambah besar pengaruhnya kepada golongan terpelajar turki.

About rudien87


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: