IMAN KEPADA MALAIKAT

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar  Belakang

Keberadaan malaikat di alam abstrak dan pergantian mereka secara positif ditengah-tengah makhluk dan ditengah-tengah rill sekaligus hubungan mereka dengan manusia di dunia dan akhirat, kita wajib mengimani eksistensi mereka dan berusaha menghubungkan diri dengan mereka untuk mensucikan jiwa dan hati serta beribadah kepada Allah dengan khusyu’.

Berhubungan dengan malaikat merupakan ketinggian spiritual dan realisasi hikmah luhur sebagaimana Allah menciptakan manusia karena keagungan hikmah, yaitu melaksanakan amanat Allah, dan menegakkan kekhalifahan-Nya di muka bumi. Oleh karena itu, iman pada malaikat termasuk perbuatan baik dan merupakan panji-panji kebenaran dan takwa.

Iman tidak akan mempunyai nilai hakikat kecuali jika manusia mengimani alam abstrak (Malaikat)  tanpa ragu-ragu dan tidak berdasar praduga. Ini  adalah cara para nabi dan orang-orang mu’min yang telah menemukan hakikat dengan penglihatan mereka sehingga mereka mampu menangkap sesuatu yang tidak diketahui oleh orang-orang yang lengah dimuka bumi ini.

B.  Rumusan Masalah

  1. Menjelaskan arti beriman pada Malaikat ?
  2. Menjelaskan  tugas-tugas malaikat ?

C.  Tujuan

  1. Memahami tentang arti beriman pada Malaikat.
  2. Mengetahui tentang tugas-tugas  Malaikat.

BAB II

PEMBAHASAN

  1. A. Menjelasakan arti beriman pada Malaikat

Menurut bahasa, kata “Malaikat” merupakan kata jamak yang berasal dari Arab malak (ملك) yang berarti kekuatan, yang berasal dari kata mashdar “al-alukah” yang berarti risalah atau misi, kemudian sang pembawa misi biasanya disebut dengan Ar-Rasul:

Malaikat berempat tinggal di langit dan mereka turun karena membawa perintah dari Allah. Ahmad dan bukhori meriwayatkan dari ibnu abbas bahwa rosulullah bertanya kepada jibril :”apa yang menghalangimu berkunjung pada kami lebih banyak daripada kunjungan yang engkau laksanakan?” Jibril menjawab sebagaimana ayat diturunkan :

:$tBur ãA¨”t\tGtR žwÎ) ̍øBr’Î/ y7În/u‘ ( ¼çms9 $tB tû÷üt/ $uZƒÏ‰÷ƒr& $tBur $oYxÿù=yz $tBur šú÷üt/ y7Ï9ºsŒ 4 $tBur tb%x. y7•/u‘ $|‹Å¡nS ÇÏÍÈ

Yang artinya: Dan tidaklah kami (Jibril) turun, kecuali dengan perintah Tuhanmu. kepunyaan-Nya-lah apa-apa yang ada di hadapan kita, apa-apa yang ada di belakang kita dan apa-apa yang ada di antara keduanya, dan tidaklah Tuhanmu lupa.

(QS. Maryam : 64)

  • Wujud Malaikat

Wujud para malaikat telah dijabarkan didalam Al Qur’an ada yang memiliki sayap sebanyak 2, 3 dan 4. surah Faathir 35:1 yang berbunyi:

Yang artinya: Segala puji bagi Allah Pencipta langit dan bumi, yang menjadikan Malaikat sebagai utusan-utusan (untuk mengurus berbagai macam urusan) yang mempunyai sayap, masing-masing (ada yang) dua, tiga dan empat. Allah menambahkan pada ciptaan-Nya apa yang dikehendaki-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Kemudian dalam beberapa hadits

Dikatakan bahwa Jibril memiliki 600 sayap, Israfil memiliki 1200 sayap, dimana satu sayapnya menyamai 600 sayap Jibril dan yang terakhir dikatakan bahwa Hamalat al-‘Arsy memiliki 2400 sayap dimana satu sayapnya menyamai 1200 sayap Israfil.

Wujud malaikat mustahil dapat dilihat dengan mata telanjang, karena mata manusia tercipta dari unsur dasar tanah liat kering dari lumpur hitam yang diberi bentuk[27] tidak akan mampu melihat wujud dari malaikat yang asalnya terdiri dari cahaya, hanya Nabi Muhammad SAW yang mampu melihat wujud asli malaikat bahkan sampai dua kali. Yaitu wujud asli malikat Jibril .[28]

Mereka tidak bertambah tua ataupun bertambah muda, keadaan mereka sekarang sama persis ketika mereka diciptakan. Dalam ajaran Islam, ibadah manusia dan jin lebih disukai oleh Allah dibandingkan ibadah para malaikat, karena manusia dan jin bisa menentukan pilihannya sendiri berbeda dengan malaikat yang tidak memiliki pilihan lain. Malaikat mengemban tugas-tugas tertentu dalam mengelola alam semesta. Mereka dapat melintasi alam semesta secepat kilat atau bahkan lebih cepat lagi. Mereka tidak berjenis lelaki atau perempuan dan tidak berkeluarga.

  • Sifat Malaikat

Sifat-sifat malaikat yang diyakini oleh umat Islam adalah sebagai berikut:

  1. Selalu bertasbih siang dan malam tidak pernah berhenti
  2. Suci dari sifat-sifat manusia dan jin, seperti hawa nafsu, lapar, sakit, makan, tidur, bercanda, berdebat, dan lainnya.
  3. Selalu takut dan taat kepada Allah.
  4. Tidak pernah maksiat dan selalu mengamalkan apa saja yang diperintahkan-Nya.
  5. Mempunyai sifat malu.
  6. Bisa terganggu dengan bau tidak sedap, anjing dan patung.
  7. Tidak makan dan minum.
  8. Mampu merubah wujudnya
  9. Memiliki kekuatan[37][38] dan kecepatan cahaya.

Malaikat tidak pernah lelah dalam melaksanakan apa-apa yang diperintahkan kepada mereka. Sebagai makhluk ghaib, wujud Malaikat tidak dapat dilihat, didengar, diraba, dicium dan dirasakan oleh manusia, dengan kata lain tidak dapat dijangkau oleh panca indera, kecuali jika malaikat menampakkan diri dalam rupa tertentu, seperti rupa manusia. Ada pengecualian terhadap kisah Muhammad yang pernah bertemu dengan Jibril dengan menampakkan wujud aslinya, penampakkan yang ditunjukkan kepada Muhammad ini sebanyak 2 kali, yaitu pada saat menerima wahyu dan Isra dan Mi’raj.

Beberapa nabi dan rasul telah di tampakkan wujud malaikat yang berubah menjadi manusia, seperti dalam kisah IbrahimLuthMaryam,Muhammad dan lainnya. Berbeda dengan ajaran Kristen dan Yahudi, Islam tidak mengenal istilah “Malaikat Yang Terjatuh” (Fallen Angel). Azazil yang kemudian mendapatkan julukan Iblis, adalah nenek moyang Jin, seperti Adam nenek moyang Manusia. Jin adalah makhluk yang dicipta oleh Allah dari ‘api yang tidak berasap’, sedang malaikat dicipta dari cahaya.

Iman kepada malaikat adalah bagian dari Rukun Iman. Iman kepada malaikat maksudnya adalah meyakini adanya malaikat, walaupun kita tidak dapat melihat mereka, dan bahwa mereka adalah salah satu makhluk ciptaan Allah. Allah menciptakan mereka dari cahaya. Mereka menyembah Allah dan selalu taat kepada-Nya, mereka tidak pernah berdosa. Tak seorang pun mengetahui jumlah pasti malaikat, hanya Allah saja yang mengetahui jumlahnya.

Walaupun manusia tidak dapat melihat malaikat tetapi jika Allah berkehendak maka malaikat dapat dilihat oleh manusia, yang biasanya terjadi pada para Nabi dan Rasul. Malaikat selalu menampakan diri dalam wujud laki-laki kepada para Nabi dan Rasul. Seperti terjadi kepada Nabi Ibrahim.

Allah memerintahkan kepada manusia untuk beriman pada para malaikat. Allah, sebagaimana dalam firmannya, memberitakan perintahnya

Yang artinya: Wahai orang-orang yang beriman, tetaplah beriman kepada Allah dan rasul-Nya dan kepada Kitab yang Allah turunkan kepada rasul-Nya serta Kitab yang Allah turunkan sebelumnya. barangsiapa yang kafir kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, dan hari Kemudian, Maka Sesungguhnya orang itu Telah sesat sejauh-jauhnya.

B. Tugas-tugas Malaikat

Dalam ajaran agama islam terdapat 10 malaikat yang wajib kita ketahui dari banyak malaikat yang ada di dunia dan akherat yang tidak kita ketahui yaitu antara lain :

  1. Malaikat Jibril yang menyampaikan wahyu Allah kepada Nabi dan Rasul.

Yang artinya: Katakanlah: “Barang siapa yang menjadi musuh Jibril, Maka Jibril itu Telah menurunkannya (Al Quran) ke dalam hatimu dengan seizin Allah; membenarkan apa (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjadi petunjuk serta berita gembira bagi orang-orang yang beriman. (QS. Al Baqoroh :97)

  1. Malaikat Mikail yang bertugas memberi rizki / rejeki pada manusia.
    1. Malaikat Israfil yang memiliki tanggung jawab meniup terompet sangkakala di waktu hari kiamat.

Yang Artinya: Dan ditiuplah sangkakala, Maka matilah siapa yang di langit dan di bumi kecuali siapa yang dikehendaki Allah. Kemudian ditiup sangkakala itu sekali lagi Maka tiba-tiba mereka berdiri menunggu (putusannya masing-masing). (Qs. Az Zumar: 68)

4. Malaikat Izrail yang bertanggungjawab mencabut nyawa.

Yang Artinya: Dan dialah yang mempunyai kekuasaan tertinggi di atas semua hamba-Nya, dan diutus-Nya kepadamu malaikat-malaikat penjaga, sehingga apabila datang kematian kepada salah seorang di antara kamu, ia diwafatkan oleh malaikat-malaikat kami, dan malaikat- malaikat kami itu tidak melalaikan kewajibannya. (QS. Al An’am: 61)
5. Malikat Munkar yang bertugas menanyakan dan melakukan pemeriksaan pada amal perbuatan manusia di alam kubur.

(#qè=äz÷Š$# sp¨Yyfø9$# óOçFRr& ö/ä3ã_ºurø—r&ur šcrçŽy9øtéB ÇÐÉÈ

Yang Artinya: Masuklah kamu ke dalam surga, kamu dan isteri-isteri kamu digembirakan”. (Qs. Az Zuqhuf: 70)

6. Malaikat Nakir yang bertugas menanyakan dan melakukan pemeriksaan pada amal perbuatan manusia di alam kubur bersama Malaikat Munkar.

Yang Artinya: Apakah mereka mengira, bahwa kami tidak mendengar rahasia dan bisikan-bisikan mereka? Sebenarnya (Kami mendengar), dan utusan-utusan (Malaikat-malaikat) kami selalu mencatat di sisi mereka.(Qs. Az Zuqhuf:80)
7. Malaikat Raqib / Rokib yang memiliki tanggung jawab untuk mencatat segala amal baik manusia ketika hidup.

8. Malaikat Atid / Atit yang memiliki tanggungjawab untuk mencatat segala perbuatan buruk / jahat manusia ketika hidup.

9. Malaikat Malik yang memiliki tugas untuk menjaga pintu neraka.

Yang artinya: Dan orang-orang yang berada dalam neraka Berkata kepada penjaga-penjaga neraka Jahannam: “Mohonkanlah kepada Tuhanmu supaya dia meringankan azab dari kami barang sehari”. (Qs. Al Mu’min:49)
10. Malaikat Ridwan yang berwenang untuk menjaga pintu sorga / surga.

Yang artinya: (yaitu) syurga ‘Adn yang mereka masuk ke dalamnya bersama-sama dengan orang-orang yang saleh dari bapak-bapaknya, isteri-isterinya dan anak cucunya, sedang malaikat-malaikat masuk ke tempat-tempat mereka dari semua pintu;(Ar Ra’d: 23)

  • Buah Iman Kepada Malaikat Allah

Beriman kepada Malaikat membuahkan pengaruh yang mulia diantaranya:

  1. Mengetahui dengan benar keagungan, kebesaran, kekuasaan malaikat, dan kebesaran makhluk menjadi bukti atas kebesaran Penciptanya.
  2. Bersyukur kepada Allah atas perhatianNya yang diberikan kepada anak Adam dengan menugaskan beberapa malaikat yang menjaga, mencatat amal mereka dan tugas-tugas lainnya dalam kemaslahatan hidup manusia.
  3. Kecintaan kita kepada para malaikat atas tugas-tugas yang mereka tunaikan dalam rangka mengabdi dan taat kepada Allah.
  4. Semakin meyakini kebesaran, kekuatan, dan kemahakuasaan Allah SWT .
  5. Berswyukur kepada Allah karena Allah SWt telah menciptakan para malaikat untuk membantu kehidupan dan kepentingan manusia dan jin.
  6. Menumbuhkan cinta kepada amal sholih karena mengetahui ibadah para malaikat.
  7. Merasa takut berksiat karena meyakini berbagai tugas malaikat seperti mencatat seluruh perbuatan makhlluk hidup, mencabut nyawa seluruh makhluk hidup, dan menyiksa  di neraka.
  8. Cinta kepada malaikat karena kedekatan ibadahnya kepada Allah, dan karena mereka selalu membantu dan mendoakan kita.

KESIMPULAN

  • Menurut bahasa, kata “Malaikat” merupakan kata jamak yang berasal dari Arab malak (ملك) yang berarti kekuatan, yang berasal dari kata mashdar “al-alukah” yang berarti risalah atau misi, kemudian sang pembawa misi biasanya disebut dengan Ar-Rasul:
  • Walaupun manusia tidak dapat melihat malaikat tetapi jika Allah berkehendak maka malaikat dapat dilihat oleh manusia, yang biasanya terjadi pada para Nabi dan Rasul. Malaikat selalu menampakan diri dalam wujud laki-laki kepada para Nabi dan Rasul.
  • Malaikat Jibril yang menyampaikan wahyu Allah kepada Nabi dan Rasul.

Malaikat Mikail yang bertugas memberi rizki / rejeki pada manusia

Malaikat Israfil yang memiliki tanggung jawab meniup terompet sangkakala di waktu hari kiamat.

Malaikat Izrail yang bertanggungjawab mencabut nyawa.

Malikat Munkar yang bertugas menanyakan dan melakukan pemeriksaan pada amal perbuatan manusia di alam kubur.

Malaikat Nakir yang bertugas menanyakan dan melakukan pemeriksaan pada amal perbuatan manusia di alam kubur bersama Malaikat Munkar.

Malaikat Malik yang memiliki tugas untuk menjaga pintu neraka.

Malaikat Raqib / Rokib yang memiliki tanggung jawab untuk mencatat segala amal baik manusia ketika hidup.

Malaikat Atid / Atit yang memiliki tanggungjawab untuk mencatat segala perbuatan buruk / jahat manusia ketika hidup.

Malaikat Ridwan yang berwenang untuk menjaga pintu sorga / surga.

DAFTAR PUSTAKA

Zaini Syahminah. Kuliah Aqidah Islam. Surabaya: Al- Ikhlas , 1993

Sabiq Sayid. Aqidah Islam. Surabaya: Al-Ikhlas, 1996

About rudien87


One response to “IMAN KEPADA MALAIKAT

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: